Hargain Blog

Blog yang menyajikan Daftar Harga serta Informasi terkini yang menarik

Google Pastikan Penyadapan CIA Akan Gagal di Android Terbaru

Keluarnya info yang launching WikiLeaks tentang alat yang dipakai Central Intelligence Agency (CIA) untuk meng-hack serta lakukan spionase cyber menarik perhatian umum tidak kecuali Google. Argumennya, dalam bocoran dimaksud alat yang dipakai CIA bisa meretas piranti beragam basis, termasuk juga Android garapan Google. Menyikapi bocoran info itu, Google meyakinkan CIA tidak akan meretas piranti Android paling baru. Raksasa mesin pencari itu menyampaikan alat bernama Vault 7 yang dipakai CIA dengan memakai celah keamanan serta malware itu telah ketinggal zaman.

 

f:id:mangodeng:20170313025738j:plain

 

Sesudah kami meninjau dokumen itu, kami yakin diri pembaruan keamanan serta perlindung di Chrome OS serta Android telah membuat perlindungan pemakai dari bermacam ancaman. Berdasar pada bocoran info, CIA nyatanya memakai kode yang tidak sama untuk setiap jenis Android. Bahkan juga, sebagian salah satunya memakai nama Pokemon. Kode itu nanti dipakai untuk terhubung piranti dari jarak jauh, hingga sangat mungkin pihak ketiga memotong alur pesan terenkripsi. Sebagai contoh, program yang dipakai untuk menyerang Android versus 4.0 hingga 4.1.2 dinamakan Dugtrio. Sesaat program untuk menyerang piranti berbasiskan KitKat dinamakan Totodile.

Untuk versus Chrome OS 32 hingga 39, program yang dipakai bernama EggsMayhem. Meski Google telah meyakinkan piranti paling baru aman dari pengawasan CIA, namun kenyataannya tidak semuanya piranti dapat memperolehnya. Seperti di ketahui, pembaruan software pada piranti Android tidak segera dikerjakan oleh Google tetapi vendor piranti terkait. Walau sebenarnya, tidak semua vendor teratur memperbarui software untuk pirantinya. Keadaan ini dapat diakui oleh pendiri WikiLeaks Julian Assange tidak lama sesudah info ini tersingkap. Tetapi ia menyebutkan keadaan yang sama saja berlaku untuk iOS. Dengan cara penting, Android memanglah lebih tidak aman dari pada iOS. Tetapi keduanya tetaplah mempunyai permasalahan sendiri.

Terkecuali Android, piranti berbasiskan iOS juga jadi di pastikan jadi piranti yang bisa diretas oleh CIA. Apple meyakinkan piranti dengan iOS paling baru terproteksi oleh alat peretasan yang diperkembang CIA. Ada sekitaran 80% piranti yang telah lakukan pembaruan ke versus terbaru. Assange juga kenyataannya tidak tinggal diam dengan info ini. Ia tawarkan pertolongan perusahaan yang terancam agar bisa menambal celah keamanan itu sebelumnya jadi lebih luas. Tidak cuma itu, ia juga merencanakan untuk melaunching alat peratas untuk orang-orang umum yang dikira tidak dipersenjatai dengan tehnologi mutakhir.

Untuk info, bocoran paling baru dari WikiLeaks ini memanglah disebut-sebut sebagai publikasi dokumen rahasia CIA paling besar. Terkecuali piranti mobile serta aplikasi smartphone, alat ini dapat sangat mungkin agen spionase menggantikan smart TV Samsung serta mengubahnya jadi perlengkapan spionase dengan memakai mikrofon built-in untuk menguping pembicaraan sekitarnya.

WikiLeaks juga memaparkan CIA memakai beragam tehnik peretasan supaya serangan itu tampak seolah-oleh dikerjakan Rusia. Penyebabnya kebocoran dokumen ini dapat belum di ketahui. WikiLeaks cuma menyebutkan ada orang dalam CIA yang tertarik menyebabkan debat umum tentang keamanan, penciptaan, pemakaian, proliferasi, serta kontrol demokratis dari senjata cyber menyerahkannya sekian waktu lalu.